Pembunuhan Franz Ferdinand
Pewaris takhta Austria-Hongaria, Archduke Franz Ferdinand, dibunuh di Sarajevo oleh nasionalis Serbia Gavrilo Princip dari kelompok Tangan Hitam. Peristiwa ini menjadi pemicu langsung (casus belli) perang.
Dalam rentang tiga puluh satu tahun, umat manusia mengalami dua konflik global yang menewaskan lebih dari 90 juta jiwa, meruntuhkan kekaisaran-kekaisaran lama, dan menggambar ulang peta dunia. Arsip ini merangkum latar belakang, seluruh front pertempuran, teknologi baru, jalannya perang, hingga warisan kedua konflik tersebut secara menyeluruh.
Perang Besar (The Great War) meletus di Eropa pada 1914 dan menyeret hampir seluruh kekuatan besar dunia — beserta jajahan kolonial mereka — ke dalam pertempuran parit yang brutal dan berlarut-larut selama lebih dari empat tahun.
Menjelang 1914, Eropa terbelah dalam dua aliansi besar yang saling curiga: Triple Alliance (Jerman, Austria-Hongaria, Italia) dan Triple Entente (Prancis, Rusia, Britania Raya). Ketegangan ini terbentuk dari sejumlah faktor yang saling menumpuk selama beberapa dekade sebelumnya, sering diringkas sebagai MAIN: Militerisme, Aliansi, Imperialisme, dan Nasionalisme.
Pewaris takhta Austria-Hongaria, Archduke Franz Ferdinand, dibunuh di Sarajevo oleh nasionalis Serbia Gavrilo Princip dari kelompok Tangan Hitam. Peristiwa ini menjadi pemicu langsung (casus belli) perang.
Austria-Hongaria mengirim ultimatum keras ke Serbia lalu menyatakan perang. Karena jaringan aliansi, dalam hitungan minggu Rusia memobilisasi pasukan, Jerman menyatakan perang terhadap Rusia dan Prancis, lalu menginvasi Belgia yang netral — memicu Britania Raya ikut berperang.
Jerman berupaya mengalahkan Prancis dengan cepat lewat Belgia sebelum berbalik ke Rusia, namun tertahan di Pertempuran Marne. Di Front Timur, Jerman meraih kemenangan besar atas Rusia di Pertempuran Tannenberg.
Setelah "Perlombaan menuju Laut" (Race to the Sea), kedua pihak membangun jaringan parit sepanjang lebih dari 700 km dari Laut Utara hingga perbatasan Swiss. Perang beralih menjadi perang statis yang mematikan, dengan tanah tak bertuan (no man's land) di antara garis-garis parit.
Pasukan Sekutu, termasuk kontingen ANZAC (Australia-Selandia Baru), mendarat di Semenanjung Gallipoli untuk merebut Selat Dardanella dari Ottoman. Kampanye ini gagal total setelah sembilan bulan dan menjadi salah satu kekalahan Sekutu yang paling mahal.
Pertempuran Verdun menewaskan sekitar 700 ribu orang tanpa hasil berarti. Pertempuran Somme menambah hampir 1,3 juta korban dari kedua pihak — hanya di hari pertama, Britania kehilangan hampir 20 ribu prajurit. Di laut, Pertempuran Jutland menjadi bentrokan armada terbesar perang ini.
Rusia melancarkan salah satu ofensif paling sukses perang ini di Front Timur melawan Austria-Hongaria, namun kemenangan ini datang dengan korban yang sangat besar dan mempercepat keruntuhan internal Rusia.
Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jerman setelah serangan kapal selam tak terbatas dan Telegram Zimmermann. Di sisi lain, Revolusi Rusia menggulingkan Tsar Nicholas II, dan pemerintahan Bolshevik menarik Rusia keluar dari perang melalui Perjanjian Brest-Litovsk pada awal 1918.
Dengan pasukan yang dibebaskan dari Front Timur, Jerman melancarkan serangan besar terakhir untuk menang sebelum kekuatan penuh Amerika tiba. Serangan ini nyaris menembus garis Sekutu namun akhirnya kehabisan tenaga.
Sekutu melancarkan serangkaian serangan balik yang menghancurkan moral dan kemampuan tempur Jerman, memaksa mundur di sepanjang Front Barat hingga pemerintah Jerman meminta gencatan senjata.
Jerman yang kelelahan secara ekonomi, politik, dan militer menandatangani gencatan senjata pukul 11 pagi tanggal 11 November di gerbong kereta Compiègne — momen yang kini diperingati sebagai Hari Peringatan (Armistice/Remembrance Day).
Garis parit statis dari Laut Utara ke Swiss; lokasi Verdun, Somme, dan Ypres. Front paling dikenal dan paling mematikan bagi Sekutu Barat.
Peperangan lebih bergerak dan meliputi wilayah lebih luas, melawan Rusia, hingga Rusia keluar perang pasca-revolusi 1917.
Italia bertempur melawan Austria-Hongaria di medan pegunungan yang sulit, termasuk dua belas Pertempuran Isonzo dan kekalahan besar di Caporetto.
Pertempuran melawan Kekaisaran Ottoman di Gallipoli, Mesopotamia, dan Palestina, termasuk Pemberontakan Arab yang dibantu figur seperti T.E. Lawrence.
Blokade laut Britania terhadap Jerman dan kampanye kapal selam U-boat Jerman yang menyerang kapal dagang, termasuk tenggelamnya RMS Lusitania.
Pertempuran di koloni-koloni Afrika (Jerman Afrika Timur, Kamerun) dan wilayah Pasifik yang dikuasai Jerman, melibatkan pasukan dari seluruh kekaisaran kolonial.
Mampu menembakkan ratusan peluru per menit, menjadikan serangan infanteri lintas tanah terbuka sangat mematikan dan mempercepat lahirnya perang parit.
Jerman pertama kali menggunakan gas klorin di Ypres (1915), disusul gas mustard — menimbulkan trauma dan korban jangka panjang di kedua pihak.
Diperkenalkan Britania di Pertempuran Somme (1916) untuk menembus jalur parit dan kawat berduri, meski awalnya belum sepenuhnya andal.
Awalnya untuk pengintaian, berkembang menjadi pertempuran udara (dogfight) dengan pilot-pilot legendaris seperti Manfred von Richthofen ("Red Baron").
Jerman menggunakan armada U-boat untuk memblokade jalur pasokan Sekutu, memicu kemarahan internasional atas serangan kapal sipil.
Sebagian besar korban tewas di perang ini disebabkan oleh tembakan artileri berkelanjutan yang menghancurkan lanskap medan tempur.
Perang Dunia I menjadi ajang lahirnya banyak senjata modern pertama kali dalam sejarah — dari tank, pesawat tempur, hingga senjata kimia — sekaligus mempertahankan senjata infanteri klasik yang menjadi tulang punggung perang parit.
Konflik resmi diakhiri melalui serangkaian perjanjian damai, yang paling terkenal adalah Perjanjian Versailles (28 Juni 1919) dengan Jerman. Perjanjian ini memaksa Jerman mengakui tanggung jawab penuh atas perang (Pasal 231, "Klausul Rasa Bersalah Perang"), membayar reparasi dalam jumlah sangat besar, kehilangan seluruh wilayah koloni serta sebagian wilayah Eropa seperti Alsace-Lorraine, dan membatasi kekuatan militernya secara drastis — tentara dibatasi hanya 100.000 personel tanpa tank maupun angkatan udara.
Tiga kekaisaran besar runtuh akibat perang ini: Kekaisaran Jerman, Austria-Hongaria (terpecah menjadi banyak negara baru seperti Cekoslovakia dan Yugoslavia), dan Ottoman — sementara Kekaisaran Rusia telah lebih dulu tumbang akibat revolusi. Liga Bangsa-Bangsa didirikan sebagai upaya pertama menciptakan organisasi perdamaian internasional, meski tanpa keanggotaan Amerika Serikat organisasi ini terbukti lemah dalam mencegah konflik berikutnya.
Ketentuan Versailles yang dianggap terlalu menghukum oleh banyak warga Jerman — dikenal sebagai "Diktat Versailles" — kelak menjadi salah satu bahan bakar kebangkitan gerakan ultranasionalis, termasuk Partai Nazi, dua dekade kemudian.
Dua puluh satu tahun setelah gencatan senjata pertama, dunia kembali berperang — kali ini dengan skala, kekejaman, dan cakupan geografis yang jauh lebih luas, membentang dari Eropa hingga Pasifik dan Afrika Utara.
Jerman menyerbu Polandia menggunakan taktik Blitzkrieg (perang kilat). Dua hari kemudian, Inggris dan Prancis menyatakan perang terhadap Jerman. Uni Soviet turut menginvasi Polandia dari timur pada 17 September sesuai kesepakatan rahasia.
Jerman menaklukkan Denmark, Norwegia, Belanda, Belgia, dan Prancis dalam hitungan bulan. Evakuasi besar-besaran pasukan Sekutu terjadi di Dunkirk. Prancis menyerah pada Juni 1940, dibagi menjadi zona pendudukan dan rezim boneka Vichy.
Britania Raya bertahan sendirian melawan Jerman, memenangkan pertempuran udara besar-besaran melawan Luftwaffe dan menggagalkan rencana invasi Jerman (Operasi Singa Laut).
Pasukan Inggris dan Persemakmuran bertempur melawan pasukan Italia dan Jerman (Afrika Korps di bawah Erwin Rommel) memperebutkan kendali Mesir dan Terusan Suez, berpuncak pada kemenangan Sekutu di El Alamein.
Jerman melanggar pakta non-agresi dan menginvasi Uni Soviet dalam serangan terbesar dalam sejarah militer — membuka Front Timur yang akan menjadi kuburan bagi jutaan tentara dari kedua pihak.
Jepang menyerang pangkalan armada AS di Pearl Harbor, Hawaii, tanpa peringatan. Amerika Serikat resmi masuk perang keesokan harinya, dan beberapa hari kemudian Jerman serta Italia menyatakan perang terhadap AS — mengubah konflik menjadi benar-benar global.
Jepang dengan cepat menduduki Filipina, Malaya, Singapura, Hindia Belanda (Indonesia), dan Burma, menciptakan wilayah kekuasaan luas yang disebut Lingkar Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya.
Angkatan Laut AS meraih kemenangan telak atas Jepang di dekat Kepulauan Midway, menghancurkan empat kapal induk utama Jepang dan membalikkan momentum perang di Pasifik.
Salah satu pertempuran paling berdarah dalam sejarah manusia. Uni Soviet mengepung dan menghancurkan Angkatan Darat ke-6 Jerman, membalikkan arah Front Timur secara permanen.
Rezim Nazi menjalankan pembantaian sistematis terhadap sekitar 6 juta orang Yahudi Eropa ("Solusi Akhir") serta jutaan korban lain — kaum Romani, penyandang disabilitas, tahanan politik, dan kelompok minoritas — melalui kamp konsentrasi dan pemusnahan seperti Auschwitz-Birkenau, Treblinka, dan Sobibor.
Pertempuran tank terbesar dalam sejarah. Kemenangan Soviet menghancurkan kemampuan ofensif Jerman di Front Timur secara telak dan permanen.
Sekutu mendarat di Sisilia lalu daratan Italia, memaksa jatuhnya rezim Mussolini. Di Pasifik, AS menjalankan strategi "island hopping" merebut pulau demi pulau menuju Jepang, termasuk pertempuran sengit di Guadalcanal dan Tarawa.
Pasukan Sekutu melancarkan invasi amfibi terbesar dalam sejarah di pantai Normandia, Prancis, membuka Front Barat kedua dan memulai pembebasan Eropa Barat.
Serangan balik besar terakhir Jerman di Front Barat, melalui hutan Ardennes, akhirnya berhasil dipukul mundur oleh pasukan Sekutu dengan kerugian besar di kedua pihak.
Pertempuran-pertempuran paling brutal di Pasifik saat pasukan AS mendekati daratan utama Jepang, dengan tingkat korban sangat tinggi di kedua pihak dan memperlihatkan taktik kamikaze Jepang.
Pasukan Soviet mengepung Berlin dari timur sementara Sekutu Barat maju dari barat. Hitler bunuh diri di bunkernya pada 30 April 1945. Jerman menyerah tanpa syarat pada 8 Mei 1945 — dikenal sebagai V-E Day (Victory in Europe).
Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima (6 Agustus) dan Nagasaki (9 Agustus). Uni Soviet turut menyatakan perang terhadap Jepang dan menginvasi Manchuria. Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945 (V-J Day), secara resmi mengakhiri Perang Dunia II pada penandatanganan 2 September 1945.
Front paling besar dan mematikan dari seluruh perang, menyumbang mayoritas korban militer Jerman dan menentukan hasil akhir perang di Eropa.
Dari pendaratan Normandia hingga penyerbuan ke jantung Jerman, dijalankan oleh pasukan gabungan AS, Inggris, Kanada, dan Prancis Merdeka.
Perang laut dan amfibi berskala besar antara AS beserta Sekutu melawan Jepang, mencakup Filipina, Hindia Belanda, dan kepulauan Pasifik.
Perebutan Terusan Suez dan jalur Mediterania, dilanjutkan invasi Sisilia dan daratan Italia yang meruntuhkan rezim Mussolini.
Perang berkepanjangan antara Tiongkok dan Jepang sejak 1937, serta pertempuran di hutan Burma antara pasukan Sekutu dan Jepang.
Perang laut terpanjang, memperebutkan jalur pasokan konvoi Sekutu dari serangan U-boat Jerman yang nyaris memutus suplai ke Britania.
Proyek Manhattan menghasilkan senjata nuklir pertama di dunia, digunakan di Hiroshima dan Nagasaki, membuka era senjata pemusnah massal.
Teknologi deteksi pesawat jarak jauh menjadi kunci kemenangan Britania dalam Pertempuran Britania.
Program Ultra Inggris berhasil memecahkan mesin sandi Enigma Jerman, memberi Sekutu intelijen krusial sepanjang perang.
Taktik "perang kilat" Jerman memadukan tank, infanteri bermotor, dan dukungan udara untuk menembus pertahanan musuh secara cepat.
Menggantikan kapal tempur sebagai kekuatan utama angkatan laut, terbukti menentukan dalam pertempuran Pasifik seperti Midway.
Jerman mengembangkan rudal balistik V-2, cikal bakal teknologi roket yang kelak digunakan dalam eksplorasi antariksa pascaperang.
Skala industri perang yang jauh lebih besar melahirkan generasi senjata baru — tank berat, pesawat jet, kapal induk, hingga bom atom — yang mengubah wajah peperangan modern secara permanen.
Pascaperang, para pemimpin Nazi dan Jepang yang selamat diadili atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam Pengadilan Nuremberg dan Pengadilan Tokyo — meletakkan dasar hukum internasional modern mengenai genosida dan kejahatan perang.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) didirikan pada Oktober 1945 untuk mencegah perang global berikutnya, menggantikan Liga Bangsa-Bangsa yang gagal. Jerman dan kota Berlin dibagi menjadi zona pendudukan yang kelak melahirkan Jerman Barat dan Jerman Timur. Amerika Serikat dan Uni Soviet muncul sebagai dua adikuasa baru, memulai era Perang Dingin yang berlangsung hampir setengah abad.
Perang ini juga mempercepat proses dekolonisasi di Asia dan Afrika, ketika kekuatan-kekuatan Eropa yang lemah pascaperang tidak lagi mampu mempertahankan kekuasaan kolonial mereka — termasuk memuluskan jalan bagi kemerdekaan Indonesia pada 1945. Dunia juga memasuki era senjata nuklir, sebuah bayang-bayang yang membentuk politik global hingga hari ini.
Para kepala negara, kepala pemerintahan, dan panglima tertinggi yang mengambil keputusan-keputusan penting di kedua perang — dari istana kekaisaran yang runtuh di PD1 hingga para diktator dan negarawan yang membentuk PD2.
*Hasil voting bersifat publik & digabung dari semua pengunjung halaman ini.
Simbol persatuan Kerajaan Inggris selama perang; kekuasaan pemerintahan sehari-hari dijalankan oleh Perdana Menteri.
Memimpin Britania pada fase paling krusial perang setelah menggantikan H.H. Asquith; dikenal atas kepemimpinan koalisi perang yang tegas.
Dijuluki "Le Tigre" (Sang Harimau) karena determinasinya membawa Prancis meraih kemenangan hingga akhir perang.
Kepala negara Prancis sepanjang perang, dikenal dengan sikap nasionalis yang kuat terhadap Jerman.
Memimpin Rusia hingga digulingkan oleh Revolusi Februari 1917; ia dan keluarganya kemudian dieksekusi Bolshevik pada 1918.
Membawa AS masuk perang pada 1917 dan kelak mengusulkan "Empat Belas Poin" sebagai dasar perdamaian pascaperang.
Memimpin Italia setelah beralih dari Triple Alliance ke pihak Sekutu pada 1915 lewat Perjanjian London.
Pemimpin tertinggi Jerman yang turut mendorong kebijakan luar negeri agresif sebelum perang; turun takhta dan mengasingkan diri pada November 1918.
Duo jenderal yang secara efektif mengendalikan strategi perang dan bahkan kebijakan dalam negeri Jerman pada paruh kedua perang.
Memerintah Austria-Hongaria sejak 1848; ultimatumnya kepada Serbia memicu pecahnya perang, namun wafat sebelum perang berakhir.
Penerus Franz Joseph yang berupaya mencari perdamaian terpisah namun gagal; menyaksikan keruntuhan total kekaisaran pada 1918.
Tokoh paling berpengaruh dalam pemerintahan Ottoman ("Tiga Pasha") yang membawa kekaisaran ini bergabung dengan Blok Sentral.
Memimpin Bulgaria bergabung dengan Blok Sentral pada 1915; turun takhta pada 1918 setelah kekalahan.
Simbol perlawanan Sekutu lewat pidato-pidatonya yang membangkitkan semangat Britania saat berdiri sendiri melawan Jerman pada 1940–1941.
Memimpin AS memasuki perang setelah Pearl Harbor dan menjadi arsitek utama strategi Sekutu; wafat April 1945, tak lama sebelum kemenangan di Eropa.
Menggantikan Roosevelt dan mengambil keputusan menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki untuk mengakhiri perang di Pasifik.
Memimpin Uni Soviet menahan invasi Jerman dan balik menyerang hingga Berlin; Front Timur menyerap sebagian besar kekuatan militer Jerman.
Memimpin gerakan perlawanan Prancis dari pengasingan setelah kekalahan 1940, kelak menjadi simbol kebangkitan Prancis pascaperang.
Memimpin perlawanan Tiongkok terhadap invasi Jepang sejak 1937, front yang menyerap jutaan pasukan Jepang sepanjang perang.
Diktator Nazi Jerman yang memulai perang dengan invasi Polandia; bunuh diri di Berlin pada April 1945 saat pasukan Soviet mengepung kota.
Pemimpin fasis Italia yang bersekutu dengan Hitler; digulingkan pada 1943 dan dieksekusi oleh partisan pada 1945.
Kepala negara Jepang sepanjang perang; mengumumkan penyerahan Jepang lewat siaran radio pada Agustus 1945.
Perdana Menteri sekaligus tokoh militer yang memutuskan serangan ke Pearl Harbor; kelak diadili dan dieksekusi atas kejahatan perang.
Dua peta berikut memperlihatkan bagaimana peta kekuatan Eropa tergambar pada dua babak berbeda — jaringan aliansi yang menyeret benua ini ke Perang Dunia I, dan wilayah kekuasaan Blok Poros pada puncak ekspansinya di Perang Dunia II.
Menjelang pecahnya perang, Eropa terbelah menjadi dua blok aliansi kaku: Triple Alliance (Jerman, Austria-Hongaria, Italia) melawan Triple Entente (Prancis, Rusia, Britania Raya). Jaringan perjanjian inilah yang mengubah pembunuhan di Sarajevo menjadi perang benua.
Pada puncak ekspansinya, Jerman Nazi menguasai atau mengikat sekutu di sebagian besar Eropa Tengah dan Timur — termasuk Italia, Slovakia, Hungaria, Rumania, Bulgaria, dan Finlandia — sementara Jepang memegang kendali atas front Pasifik di sisi lain dunia.
Ketidakpuasan atas penyelesaian perang pertama menjadi salah satu akar dari perang kedua — sebuah siklus sebab-akibat yang menjadi pelajaran penting dalam sejarah diplomasi dunia.
Reparasi berat dan kehinaan nasional yang ditanamkan Perjanjian Versailles menciptakan ketidakstabilan ekonomi dan politik di Jerman — kondisi yang secara langsung dimanfaatkan Adolf Hitler untuk naik ke tampuk kekuasaan pada 1933, menjadikan Perang Dunia I dan II sebagai satu rangkaian sejarah yang saling terhubung erat.