VISITORS ···
Arsip Sejarah Militer — Edisi Lengkap

Dua Perang
yang Mengubah
Dunia

PERANG DUNIA I · 1914–1918 PERANG DUNIA II · 1939–1945

Dalam rentang tiga puluh satu tahun, umat manusia mengalami dua konflik global yang menewaskan lebih dari 90 juta jiwa, meruntuhkan kekaisaran-kekaisaran lama, dan menggambar ulang peta dunia. Arsip ini merangkum latar belakang, seluruh front pertempuran, teknologi baru, jalannya perang, hingga warisan kedua konflik tersebut secara menyeluruh.

BAGIAN I

Perang Dunia I

Perang Besar (The Great War) meletus di Eropa pada 1914 dan menyeret hampir seluruh kekuatan besar dunia — beserta jajahan kolonial mereka — ke dalam pertempuran parit yang brutal dan berlarut-larut selama lebih dari empat tahun.

Latar Belakang & Penyebab

Menjelang 1914, Eropa terbelah dalam dua aliansi besar yang saling curiga: Triple Alliance (Jerman, Austria-Hongaria, Italia) dan Triple Entente (Prancis, Rusia, Britania Raya). Ketegangan ini terbentuk dari sejumlah faktor yang saling menumpuk selama beberapa dekade sebelumnya, sering diringkas sebagai MAIN: Militerisme, Aliansi, Imperialisme, dan Nasionalisme.

  • Militerisme — perlombaan senjata besar-besaran, terutama antara Jerman dan Britania Raya dalam pembangunan armada laut (Dreadnought), serta wajib militer massal di daratan Eropa.
  • Aliansi — jaringan perjanjian pertahanan rahasia dan terbuka yang membuat konflik lokal berpotensi menyeret banyak negara sekaligus secara berantai.
  • Imperialisme — perebutan koloni dan pengaruh di Afrika serta Asia (Scramble for Africa) yang memperuncing rivalitas antarnegara besar.
  • Nasionalisme — terutama gerakan nasionalis di Balkan yang ingin lepas dari Kekaisaran Austria-Hongaria dan Ottoman; dua Perang Balkan (1912–1913) memperlihatkan betapa rapuhnya kestabilan kawasan itu.
  • Krisis-krisis sebelumnya — Krisis Maroko (1905, 1911) dan ketegangan Bosnia (1908) telah beberapa kali membawa Eropa ke ambang perang sebelum 1914.
28 Jun 1914

Pembunuhan Franz Ferdinand

Pewaris takhta Austria-Hongaria, Archduke Franz Ferdinand, dibunuh di Sarajevo oleh nasionalis Serbia Gavrilo Princip dari kelompok Tangan Hitam. Peristiwa ini menjadi pemicu langsung (casus belli) perang.

Jul–Agu 1914

Krisis Juli & Efek Domino

Austria-Hongaria mengirim ultimatum keras ke Serbia lalu menyatakan perang. Karena jaringan aliansi, dalam hitungan minggu Rusia memobilisasi pasukan, Jerman menyatakan perang terhadap Rusia dan Prancis, lalu menginvasi Belgia yang netral — memicu Britania Raya ikut berperang.

Agu–Sep 1914

Rencana Schlieffen Gagal

Jerman berupaya mengalahkan Prancis dengan cepat lewat Belgia sebelum berbalik ke Rusia, namun tertahan di Pertempuran Marne. Di Front Timur, Jerman meraih kemenangan besar atas Rusia di Pertempuran Tannenberg.

1914–1917

Kebuntuan di Front Barat

Setelah "Perlombaan menuju Laut" (Race to the Sea), kedua pihak membangun jaringan parit sepanjang lebih dari 700 km dari Laut Utara hingga perbatasan Swiss. Perang beralih menjadi perang statis yang mematikan, dengan tanah tak bertuan (no man's land) di antara garis-garis parit.

Apr 1915

Kampanye Gallipoli

Pasukan Sekutu, termasuk kontingen ANZAC (Australia-Selandia Baru), mendarat di Semenanjung Gallipoli untuk merebut Selat Dardanella dari Ottoman. Kampanye ini gagal total setelah sembilan bulan dan menjadi salah satu kekalahan Sekutu yang paling mahal.

1916

Verdun, Somme & Jutland

Pertempuran Verdun menewaskan sekitar 700 ribu orang tanpa hasil berarti. Pertempuran Somme menambah hampir 1,3 juta korban dari kedua pihak — hanya di hari pertama, Britania kehilangan hampir 20 ribu prajurit. Di laut, Pertempuran Jutland menjadi bentrokan armada terbesar perang ini.

1916

Ofensif Brusilov

Rusia melancarkan salah satu ofensif paling sukses perang ini di Front Timur melawan Austria-Hongaria, namun kemenangan ini datang dengan korban yang sangat besar dan mempercepat keruntuhan internal Rusia.

1917

Amerika Masuk, Rusia Keluar

Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jerman setelah serangan kapal selam tak terbatas dan Telegram Zimmermann. Di sisi lain, Revolusi Rusia menggulingkan Tsar Nicholas II, dan pemerintahan Bolshevik menarik Rusia keluar dari perang melalui Perjanjian Brest-Litovsk pada awal 1918.

Mar–Jul 1918

Ofensif Musim Semi Jerman

Dengan pasukan yang dibebaskan dari Front Timur, Jerman melancarkan serangan besar terakhir untuk menang sebelum kekuatan penuh Amerika tiba. Serangan ini nyaris menembus garis Sekutu namun akhirnya kehabisan tenaga.

Agu–Nov 1918

Ofensif Seratus Hari

Sekutu melancarkan serangkaian serangan balik yang menghancurkan moral dan kemampuan tempur Jerman, memaksa mundur di sepanjang Front Barat hingga pemerintah Jerman meminta gencatan senjata.

11 Nov 1918

Gencatan Senjata

Jerman yang kelelahan secara ekonomi, politik, dan militer menandatangani gencatan senjata pukul 11 pagi tanggal 11 November di gerbong kereta Compiègne — momen yang kini diperingati sebagai Hari Peringatan (Armistice/Remembrance Day).

FRONT PERTEMPURAN

Medan Perang di Seluruh Dunia

Front Barat

Belgia & Prancis Utara

Garis parit statis dari Laut Utara ke Swiss; lokasi Verdun, Somme, dan Ypres. Front paling dikenal dan paling mematikan bagi Sekutu Barat.

Front Timur

Eropa Timur & Rusia

Peperangan lebih bergerak dan meliputi wilayah lebih luas, melawan Rusia, hingga Rusia keluar perang pasca-revolusi 1917.

Front Italia

Pegunungan Alpen

Italia bertempur melawan Austria-Hongaria di medan pegunungan yang sulit, termasuk dua belas Pertempuran Isonzo dan kekalahan besar di Caporetto.

Timur Tengah & Balkan

Ottoman & Gallipoli

Pertempuran melawan Kekaisaran Ottoman di Gallipoli, Mesopotamia, dan Palestina, termasuk Pemberontakan Arab yang dibantu figur seperti T.E. Lawrence.

Perang Laut

Atlantik & Laut Utara

Blokade laut Britania terhadap Jerman dan kampanye kapal selam U-boat Jerman yang menyerang kapal dagang, termasuk tenggelamnya RMS Lusitania.

Front Kolonial

Afrika & Asia-Pasifik

Pertempuran di koloni-koloni Afrika (Jerman Afrika Timur, Kamerun) dan wilayah Pasifik yang dikuasai Jerman, melibatkan pasukan dari seluruh kekaisaran kolonial.

INOVASI PERANG

Teknologi Baru di Medan Tempur

Senapan Mesin

Mampu menembakkan ratusan peluru per menit, menjadikan serangan infanteri lintas tanah terbuka sangat mematikan dan mempercepat lahirnya perang parit.

Gas Beracun

Jerman pertama kali menggunakan gas klorin di Ypres (1915), disusul gas mustard — menimbulkan trauma dan korban jangka panjang di kedua pihak.

Tank

Diperkenalkan Britania di Pertempuran Somme (1916) untuk menembus jalur parit dan kawat berduri, meski awalnya belum sepenuhnya andal.

Pesawat Terbang

Awalnya untuk pengintaian, berkembang menjadi pertempuran udara (dogfight) dengan pilot-pilot legendaris seperti Manfred von Richthofen ("Red Baron").

Kapal Selam (U-boat)

Jerman menggunakan armada U-boat untuk memblokade jalur pasokan Sekutu, memicu kemarahan internasional atas serangan kapal sipil.

Artileri Berat

Sebagian besar korban tewas di perang ini disebabkan oleh tembakan artileri berkelanjutan yang menghancurkan lanskap medan tempur.

ALUTSISTA

Senjata & Alat Tempur Perang Dunia I

Perang Dunia I menjadi ajang lahirnya banyak senjata modern pertama kali dalam sejarah — dari tank, pesawat tempur, hingga senjata kimia — sekaligus mempertahankan senjata infanteri klasik yang menjadi tulang punggung perang parit.

Senjata Infanteri

Senapan & Senjata Genggam

  • Senapan bolt-action — Lee-Enfield (Britania), Mauser Gewehr 98 (Jerman), Lebel Model 1886 (Prancis), senjata standar infanteri kedua pihak.
  • Senapan mesin berat — Maxim, Vickers, dan MG08 Jerman; sangat mematikan bagi serangan infanteri lintas medan terbuka.
  • Pistol & revolver — Luger P08 (Jerman), Webley Revolver (Britania), umum digunakan perwira di jarak dekat.
  • Bayonet — dipasang di ujung senapan untuk pertarungan jarak dekat di dalam parit.
  • Granat tangan — Mills Bomb (Britania) dan Stielhandgranate "granat tongkat" (Jerman) untuk membersihkan parit musuh.
  • Penyembur api (flamethrower) — pertama digunakan Jerman (Flammenwerfer) untuk membersihkan bungker dan parit dari jarak dekat.
Artileri & Senjata Kimia

Meriam, Mortir & Gas

  • Howitzer & meriam medan — dari kaliber ringan hingga meriam raksasa "Big Bertha" Jerman yang mampu menghancurkan benteng.
  • Mortir parit (trench mortar) — senjata jarak dekat untuk menembak lintas parit dengan lintasan lengkung.
  • Kawat berduri — dipasang masif di antara garis parit sebagai penghalang utama serangan infanteri.
  • Gas klorin — pertama digunakan Jerman di Ypres (1915), merusak paru-paru korban.
  • Gas fosgen & gas mustard — jauh lebih mematikan dan menimbulkan luka bakar kimia parah; digunakan kedua pihak sejak 1917.
Tank, Udara & Laut

Mesin Perang Baru

  • Tank Mark I — tank pertama di dunia, diperkenalkan Britania di Pertempuran Somme (1916) untuk menembus kawat berduri dan parit.
  • Tank Renault FT — tank ringan Prancis dengan menara berputar, cikal bakal desain tank modern.
  • Pesawat tempur — Fokker Eindecker (Jerman), Sopwith Camel (Britania); awalnya untuk pengintaian, berkembang menjadi dogfight udara.
  • Zeppelin & balon pengintai — digunakan Jerman untuk pengeboman jarak jauh dan pengamatan medan tempur.
  • Kapal selam U-boat — armada Jerman memblokade jalur suplai Sekutu, termasuk menenggelamkan RMS Lusitania (1915).
  • Kapal tempur Dreadnought — kapal perang lapis baja besar yang bentrok dalam Pertempuran Jutland (1916), pertempuran laut terbesar perang ini.
~65 juta
Tentara Dikerahkan
~9–11 juta
Korban Tewas Militer
~13 juta
Korban Sipil Tewas

Akhir Perang & Perjanjian Versailles

Konflik resmi diakhiri melalui serangkaian perjanjian damai, yang paling terkenal adalah Perjanjian Versailles (28 Juni 1919) dengan Jerman. Perjanjian ini memaksa Jerman mengakui tanggung jawab penuh atas perang (Pasal 231, "Klausul Rasa Bersalah Perang"), membayar reparasi dalam jumlah sangat besar, kehilangan seluruh wilayah koloni serta sebagian wilayah Eropa seperti Alsace-Lorraine, dan membatasi kekuatan militernya secara drastis — tentara dibatasi hanya 100.000 personel tanpa tank maupun angkatan udara.

Tiga kekaisaran besar runtuh akibat perang ini: Kekaisaran Jerman, Austria-Hongaria (terpecah menjadi banyak negara baru seperti Cekoslovakia dan Yugoslavia), dan Ottoman — sementara Kekaisaran Rusia telah lebih dulu tumbang akibat revolusi. Liga Bangsa-Bangsa didirikan sebagai upaya pertama menciptakan organisasi perdamaian internasional, meski tanpa keanggotaan Amerika Serikat organisasi ini terbukti lemah dalam mencegah konflik berikutnya.

Ketentuan Versailles yang dianggap terlalu menghukum oleh banyak warga Jerman — dikenal sebagai "Diktat Versailles" — kelak menjadi salah satu bahan bakar kebangkitan gerakan ultranasionalis, termasuk Partai Nazi, dua dekade kemudian.

BAGIAN II

Perang Dunia II

Dua puluh satu tahun setelah gencatan senjata pertama, dunia kembali berperang — kali ini dengan skala, kekejaman, dan cakupan geografis yang jauh lebih luas, membentang dari Eropa hingga Pasifik dan Afrika Utara.

Latar Belakang & Penyebab

  • Kebangkitan fasisme — krisis ekonomi Depresi Besar dan kemarahan atas Perjanjian Versailles membuka jalan bagi Adolf Hitler dan Partai Nazi berkuasa di Jerman pada 1933, sejalan dengan rezim fasis Benito Mussolini yang telah berkuasa di Italia sejak 1922.
  • Ekspansionisme Jepang — Jepang menginvasi Manchuria (1931) dan kemudian meluncurkan perang penuh terhadap Tiongkok (1937) demi sumber daya dan wilayah kekuasaan di Asia.
  • Perang Saudara Spanyol (1936–1939) — menjadi ajang uji coba senjata dan taktik baru bagi Jerman dan Italia yang mendukung faksi Nasionalis Franco.
  • Kebijakan Peredaan (Appeasement) — Inggris dan Prancis berulang kali membiarkan pelanggaran Jerman atas Versailles, termasuk remiliterisasi Rhineland, Anschluss (aneksasi Austria, 1938), dan penyerahan Sudetenland lewat Perjanjian Munich (1938).
  • Pendudukan Cekoslovakia — pada Maret 1939, Jerman melanggar Perjanjian Munich dengan menduduki seluruh Cekoslovakia, membuktikan kegagalan diplomasi peredaan.
  • Pakta Molotov–Ribbentrop — Jerman dan Uni Soviet menandatangani pakta non-agresi rahasia pada Agustus 1939 yang turut membagi wilayah Polandia serta Eropa Timur di antara keduanya.
1 Sep 1939

Invasi Polandia

Jerman menyerbu Polandia menggunakan taktik Blitzkrieg (perang kilat). Dua hari kemudian, Inggris dan Prancis menyatakan perang terhadap Jerman. Uni Soviet turut menginvasi Polandia dari timur pada 17 September sesuai kesepakatan rahasia.

Apr–Jun 1940

Jatuhnya Eropa Barat

Jerman menaklukkan Denmark, Norwegia, Belanda, Belgia, dan Prancis dalam hitungan bulan. Evakuasi besar-besaran pasukan Sekutu terjadi di Dunkirk. Prancis menyerah pada Juni 1940, dibagi menjadi zona pendudukan dan rezim boneka Vichy.

Jul–Okt 1940

Pertempuran Britania

Britania Raya bertahan sendirian melawan Jerman, memenangkan pertempuran udara besar-besaran melawan Luftwaffe dan menggagalkan rencana invasi Jerman (Operasi Singa Laut).

1940–1943

Kampanye Afrika Utara

Pasukan Inggris dan Persemakmuran bertempur melawan pasukan Italia dan Jerman (Afrika Korps di bawah Erwin Rommel) memperebutkan kendali Mesir dan Terusan Suez, berpuncak pada kemenangan Sekutu di El Alamein.

22 Jun 1941

Operasi Barbarossa

Jerman melanggar pakta non-agresi dan menginvasi Uni Soviet dalam serangan terbesar dalam sejarah militer — membuka Front Timur yang akan menjadi kuburan bagi jutaan tentara dari kedua pihak.

7 Des 1941

Serangan Pearl Harbor

Jepang menyerang pangkalan armada AS di Pearl Harbor, Hawaii, tanpa peringatan. Amerika Serikat resmi masuk perang keesokan harinya, dan beberapa hari kemudian Jerman serta Italia menyatakan perang terhadap AS — mengubah konflik menjadi benar-benar global.

Des 1941–Mei 1942

Jepang Menguasai Asia Tenggara

Jepang dengan cepat menduduki Filipina, Malaya, Singapura, Hindia Belanda (Indonesia), dan Burma, menciptakan wilayah kekuasaan luas yang disebut Lingkar Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya.

Jun 1942

Pertempuran Midway

Angkatan Laut AS meraih kemenangan telak atas Jepang di dekat Kepulauan Midway, menghancurkan empat kapal induk utama Jepang dan membalikkan momentum perang di Pasifik.

Agu 1942–Feb 1943

Pertempuran Stalingrad

Salah satu pertempuran paling berdarah dalam sejarah manusia. Uni Soviet mengepung dan menghancurkan Angkatan Darat ke-6 Jerman, membalikkan arah Front Timur secara permanen.

1941–1945

Holocaust

Rezim Nazi menjalankan pembantaian sistematis terhadap sekitar 6 juta orang Yahudi Eropa ("Solusi Akhir") serta jutaan korban lain — kaum Romani, penyandang disabilitas, tahanan politik, dan kelompok minoritas — melalui kamp konsentrasi dan pemusnahan seperti Auschwitz-Birkenau, Treblinka, dan Sobibor.

Jul 1943

Pertempuran Kursk

Pertempuran tank terbesar dalam sejarah. Kemenangan Soviet menghancurkan kemampuan ofensif Jerman di Front Timur secara telak dan permanen.

1943–1944

Kampanye Italia & Island Hopping

Sekutu mendarat di Sisilia lalu daratan Italia, memaksa jatuhnya rezim Mussolini. Di Pasifik, AS menjalankan strategi "island hopping" merebut pulau demi pulau menuju Jepang, termasuk pertempuran sengit di Guadalcanal dan Tarawa.

6 Jun 1944

D-Day: Pendaratan Normandia

Pasukan Sekutu melancarkan invasi amfibi terbesar dalam sejarah di pantai Normandia, Prancis, membuka Front Barat kedua dan memulai pembebasan Eropa Barat.

Des 1944–Jan 1945

Pertempuran Bulge

Serangan balik besar terakhir Jerman di Front Barat, melalui hutan Ardennes, akhirnya berhasil dipukul mundur oleh pasukan Sekutu dengan kerugian besar di kedua pihak.

Feb–Jun 1945

Iwo Jima & Okinawa

Pertempuran-pertempuran paling brutal di Pasifik saat pasukan AS mendekati daratan utama Jepang, dengan tingkat korban sangat tinggi di kedua pihak dan memperlihatkan taktik kamikaze Jepang.

Apr–Mei 1945

Jatuhnya Berlin

Pasukan Soviet mengepung Berlin dari timur sementara Sekutu Barat maju dari barat. Hitler bunuh diri di bunkernya pada 30 April 1945. Jerman menyerah tanpa syarat pada 8 Mei 1945 — dikenal sebagai V-E Day (Victory in Europe).

Agu 1945

Bom Atom & Menyerahnya Jepang

Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima (6 Agustus) dan Nagasaki (9 Agustus). Uni Soviet turut menyatakan perang terhadap Jepang dan menginvasi Manchuria. Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945 (V-J Day), secara resmi mengakhiri Perang Dunia II pada penandatanganan 2 September 1945.

FRONT PERTEMPURAN

Medan Perang Global

Front Timur

Eropa Timur & Uni Soviet

Front paling besar dan mematikan dari seluruh perang, menyumbang mayoritas korban militer Jerman dan menentukan hasil akhir perang di Eropa.

Front Barat

Eropa Barat

Dari pendaratan Normandia hingga penyerbuan ke jantung Jerman, dijalankan oleh pasukan gabungan AS, Inggris, Kanada, dan Prancis Merdeka.

Pasifik

Samudra Pasifik & Asia Tenggara

Perang laut dan amfibi berskala besar antara AS beserta Sekutu melawan Jepang, mencakup Filipina, Hindia Belanda, dan kepulauan Pasifik.

Mediterania

Afrika Utara & Italia

Perebutan Terusan Suez dan jalur Mediterania, dilanjutkan invasi Sisilia dan daratan Italia yang meruntuhkan rezim Mussolini.

Tiongkok-Burma-India

Asia Daratan

Perang berkepanjangan antara Tiongkok dan Jepang sejak 1937, serta pertempuran di hutan Burma antara pasukan Sekutu dan Jepang.

Atlantik

Pertempuran Atlantik

Perang laut terpanjang, memperebutkan jalur pasokan konvoi Sekutu dari serangan U-boat Jerman yang nyaris memutus suplai ke Britania.

INOVASI PERANG

Teknologi & Kecerdasan

Bom Atom

Proyek Manhattan menghasilkan senjata nuklir pertama di dunia, digunakan di Hiroshima dan Nagasaki, membuka era senjata pemusnah massal.

Radar

Teknologi deteksi pesawat jarak jauh menjadi kunci kemenangan Britania dalam Pertempuran Britania.

Pemecahan Kode

Program Ultra Inggris berhasil memecahkan mesin sandi Enigma Jerman, memberi Sekutu intelijen krusial sepanjang perang.

Blitzkrieg

Taktik "perang kilat" Jerman memadukan tank, infanteri bermotor, dan dukungan udara untuk menembus pertahanan musuh secara cepat.

Kapal Induk

Menggantikan kapal tempur sebagai kekuatan utama angkatan laut, terbukti menentukan dalam pertempuran Pasifik seperti Midway.

Roket & Rudal

Jerman mengembangkan rudal balistik V-2, cikal bakal teknologi roket yang kelak digunakan dalam eksplorasi antariksa pascaperang.

ALUTSISTA

Senjata & Alat Tempur Perang Dunia II

Skala industri perang yang jauh lebih besar melahirkan generasi senjata baru — tank berat, pesawat jet, kapal induk, hingga bom atom — yang mengubah wajah peperangan modern secara permanen.

Senjata Infanteri

Senapan, Submachine Gun & Anti-Tank

  • M1 Garand — senapan semi-otomatis standar AS, memberi keunggulan laju tembak dibanding senapan bolt-action lawan.
  • Karabiner 98k — senapan bolt-action standar Jerman, versi lanjutan Gewehr 98 dari PD1.
  • Submachine gun — Thompson & M3 "Grease Gun" (AS), MP40 (Jerman), PPSh-41 (Uni Soviet); efektif untuk pertempuran jarak dekat perkotaan.
  • Senapan mesin — MG42 Jerman terkenal karena laju tembaknya yang sangat tinggi; Bren Gun (Britania) dan DP-27 (Soviet).
  • Senjata anti-tank genggam — Bazooka (AS), Panzerfaust & Panzerschreck (Jerman), untuk melumpuhkan tank dari jarak dekat.
  • Granat tangan — Mk 2 "Pineapple" (AS), Stielhandgranate (Jerman), masih menjadi senjata standar infanteri.
Kendaraan Lapis Baja

Tank & Artileri

  • Tiger & Panther — tank berat dan medium Jerman dengan lapis baja tebal dan meriam kuat, ditakuti di Front Timur.
  • T-34 — tank medium Soviet yang diproduksi massal, dianggap salah satu desain tank paling berpengaruh dalam sejarah.
  • M4 Sherman — tank medium AS, diproduksi dalam jumlah sangat besar meski kalah lapis baja dari tank Jerman.
  • Katyusha — peluncur roket multi-laras Soviet, dijuluki "Organ Stalin" oleh pasukan Jerman karena suara khasnya.
  • Meriam anti-tank & anti-pesawat — termasuk meriam legendaris Jerman 88mm Flak yang efektif melawan tank maupun pesawat.
Kekuatan Udara

Pesawat Tempur & Pengebom

  • Supermarine Spitfire & Hawker Hurricane — pesawat tempur Britania yang menjadi tulang punggung kemenangan Pertempuran Britania.
  • Messerschmitt Bf 109 — pesawat tempur utama Jerman sepanjang perang, lawan sepadan Spitfire.
  • Mitsubishi A6M Zero — pesawat tempur andalan Jepang, sangat lincah pada awal perang di Pasifik.
  • Messerschmitt Me 262 — pesawat tempur bertenaga jet pertama di dunia yang beroperasi, muncul terlalu terlambat untuk mengubah jalannya perang.
  • B-17 & B-29 Superfortress — pesawat pengebom strategis AS; B-29 membawa bom atom ke Hiroshima dan Nagasaki.
  • Avro Lancaster — pengebom berat utama Inggris untuk kampanye pengeboman malam hari atas Jerman.
Kekuatan Laut

Kapal Perang & Kapal Selam

  • Kapal induk — Enterprise & Yorktown (AS), Akagi & Kaga (Jepang); menjadi kekuatan penentu perang laut Pasifik seperti di Midway.
  • Battleship raksasa — Yamato (Jepang), kapal perang terbesar yang pernah dibangun, dan Bismarck (Jerman).
  • Kapal selam U-boat — armada Jerman generasi lanjut yang nyaris memutus jalur konvoi suplai Sekutu di Atlantik.
  • Kapal perusak & korvet — pengawal konvoi yang dilengkapi sonar dan depth charge untuk memburu U-boat.
Senjata Strategis

Roket & Senjata Pemusnah Massal

  • V-1 "buzz bomb" — rudal jelajah tak berawak pertama, ditembakkan Jerman ke Inggris sejak 1944.
  • V-2 — rudal balistik pertama di dunia, cikal bakal teknologi roket antariksa pascaperang.
  • Bom atom — hasil Proyek Manhattan AS, dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, membuka era senjata nuklir.
  • Radar — teknologi deteksi dini yang menjadi kunci kemenangan pertahanan udara Britania.
Taktik & Doktrin

Cara Penggunaan Senjata

  • Blitzkrieg — taktik "perang kilat" Jerman memadukan tank, infanteri bermotor, dan dukungan udara untuk menembus pertahanan secara cepat.
  • Island hopping — strategi AS di Pasifik merebut pulau demi pulau menuju Jepang, didukung kekuatan kapal induk.
  • Pemboman strategis — kampanye pengeboman kota dan industri musuh berskala besar oleh Sekutu maupun Poros.
  • Serangan kamikaze — taktik bunuh diri pilot Jepang menabrakkan pesawat ke kapal Sekutu pada akhir perang di Pasifik.
~100 juta
Personel Militer Dikerahkan
~70–85 juta
Total Korban Jiwa
~6 juta
Korban Holocaust

Akhir Perang, Pengadilan & Dampak

Pascaperang, para pemimpin Nazi dan Jepang yang selamat diadili atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam Pengadilan Nuremberg dan Pengadilan Tokyo — meletakkan dasar hukum internasional modern mengenai genosida dan kejahatan perang.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) didirikan pada Oktober 1945 untuk mencegah perang global berikutnya, menggantikan Liga Bangsa-Bangsa yang gagal. Jerman dan kota Berlin dibagi menjadi zona pendudukan yang kelak melahirkan Jerman Barat dan Jerman Timur. Amerika Serikat dan Uni Soviet muncul sebagai dua adikuasa baru, memulai era Perang Dingin yang berlangsung hampir setengah abad.

Perang ini juga mempercepat proses dekolonisasi di Asia dan Afrika, ketika kekuatan-kekuatan Eropa yang lemah pascaperang tidak lagi mampu mempertahankan kekuasaan kolonial mereka — termasuk memuluskan jalan bagi kemerdekaan Indonesia pada 1945. Dunia juga memasuki era senjata nuklir, sebuah bayang-bayang yang membentuk politik global hingga hari ini.

LAMPIRAN

Pemimpin & Tokoh Utama

Para kepala negara, kepala pemerintahan, dan panglima tertinggi yang mengambil keputusan-keputusan penting di kedua perang — dari istana kekaisaran yang runtuh di PD1 hingga para diktator dan negarawan yang membentuk PD2.

Memuat hasil voting…

*Hasil voting bersifat publik & digabung dari semua pengunjung halaman ini.

Perang Dunia I — Blok Sekutu (Entente)
Britania Raya
Raja George V
Kepala Negara (Monarki Konstitusional)

Simbol persatuan Kerajaan Inggris selama perang; kekuasaan pemerintahan sehari-hari dijalankan oleh Perdana Menteri.

Britania Raya
David Lloyd George
Perdana Menteri (1916–1922)

Memimpin Britania pada fase paling krusial perang setelah menggantikan H.H. Asquith; dikenal atas kepemimpinan koalisi perang yang tegas.

Prancis
Georges Clemenceau
Perdana Menteri (1917–1920)

Dijuluki "Le Tigre" (Sang Harimau) karena determinasinya membawa Prancis meraih kemenangan hingga akhir perang.

Prancis
Raymond Poincaré
Presiden Prancis (1913–1920)

Kepala negara Prancis sepanjang perang, dikenal dengan sikap nasionalis yang kuat terhadap Jerman.

Kekaisaran Rusia
Tsar Nicholas II
Kaisar Rusia (hingga 1917)

Memimpin Rusia hingga digulingkan oleh Revolusi Februari 1917; ia dan keluarganya kemudian dieksekusi Bolshevik pada 1918.

Amerika Serikat
Woodrow Wilson
Presiden AS (1913–1921)

Membawa AS masuk perang pada 1917 dan kelak mengusulkan "Empat Belas Poin" sebagai dasar perdamaian pascaperang.

Italia
Vittorio Emanuele III
Raja Italia

Memimpin Italia setelah beralih dari Triple Alliance ke pihak Sekutu pada 1915 lewat Perjanjian London.

Perang Dunia I — Blok Sentral
Kekaisaran Jerman
Kaiser Wilhelm II
Kaisar Jerman (hingga 1918)

Pemimpin tertinggi Jerman yang turut mendorong kebijakan luar negeri agresif sebelum perang; turun takhta dan mengasingkan diri pada November 1918.

Kekaisaran Jerman
Paul von Hindenburg & Erich Ludendorff
Panglima Tinggi Militer

Duo jenderal yang secara efektif mengendalikan strategi perang dan bahkan kebijakan dalam negeri Jerman pada paruh kedua perang.

Austria-Hongaria
Kaisar Franz Joseph I
Kaisar (hingga wafat 1916)

Memerintah Austria-Hongaria sejak 1848; ultimatumnya kepada Serbia memicu pecahnya perang, namun wafat sebelum perang berakhir.

Austria-Hongaria
Kaisar Karl I
Kaisar (1916–1918)

Penerus Franz Joseph yang berupaya mencari perdamaian terpisah namun gagal; menyaksikan keruntuhan total kekaisaran pada 1918.

Kesultanan Ottoman
Enver Pasha
Menteri Perang / Panglima de facto

Tokoh paling berpengaruh dalam pemerintahan Ottoman ("Tiga Pasha") yang membawa kekaisaran ini bergabung dengan Blok Sentral.

Bulgaria
Tsar Ferdinand I
Tsar Bulgaria

Memimpin Bulgaria bergabung dengan Blok Sentral pada 1915; turun takhta pada 1918 setelah kekalahan.

Perang Dunia II — Blok Sekutu
Britania Raya
Winston Churchill
Perdana Menteri (1940–1945)

Simbol perlawanan Sekutu lewat pidato-pidatonya yang membangkitkan semangat Britania saat berdiri sendiri melawan Jerman pada 1940–1941.

Amerika Serikat
Franklin D. Roosevelt
Presiden AS (1933–1945)

Memimpin AS memasuki perang setelah Pearl Harbor dan menjadi arsitek utama strategi Sekutu; wafat April 1945, tak lama sebelum kemenangan di Eropa.

Amerika Serikat
Harry S. Truman
Presiden AS (1945–)

Menggantikan Roosevelt dan mengambil keputusan menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki untuk mengakhiri perang di Pasifik.

Uni Soviet
Joseph Stalin
Pemimpin Uni Soviet

Memimpin Uni Soviet menahan invasi Jerman dan balik menyerang hingga Berlin; Front Timur menyerap sebagian besar kekuatan militer Jerman.

Prancis
Charles de Gaulle
Pemimpin Prancis Merdeka

Memimpin gerakan perlawanan Prancis dari pengasingan setelah kekalahan 1940, kelak menjadi simbol kebangkitan Prancis pascaperang.

Tiongkok
Chiang Kai-shek
Pemimpin Republik Tiongkok

Memimpin perlawanan Tiongkok terhadap invasi Jepang sejak 1937, front yang menyerap jutaan pasukan Jepang sepanjang perang.

Perang Dunia II — Blok Poros
Jerman Nazi
Adolf Hitler
Führer & Kanselir Jerman

Diktator Nazi Jerman yang memulai perang dengan invasi Polandia; bunuh diri di Berlin pada April 1945 saat pasukan Soviet mengepung kota.

Italia
Benito Mussolini
Duce & Kepala Pemerintahan Italia

Pemimpin fasis Italia yang bersekutu dengan Hitler; digulingkan pada 1943 dan dieksekusi oleh partisan pada 1945.

Jepang
Kaisar Hirohito
Kaisar Jepang

Kepala negara Jepang sepanjang perang; mengumumkan penyerahan Jepang lewat siaran radio pada Agustus 1945.

Jepang
Hideki Tojo
Perdana Menteri (1941–1944)

Perdana Menteri sekaligus tokoh militer yang memutuskan serangan ke Pearl Harbor; kelak diadili dan dieksekusi atas kejahatan perang.

LAMPIRAN

Peta Aliansi & Kekuasaan

Dua peta berikut memperlihatkan bagaimana peta kekuatan Eropa tergambar pada dua babak berbeda — jaringan aliansi yang menyeret benua ini ke Perang Dunia I, dan wilayah kekuasaan Blok Poros pada puncak ekspansinya di Perang Dunia II.

Perang Dunia I · 1914

Aliansi Militer Eropa

Peta aliansi militer Eropa tahun 1914, menunjukkan Triple Alliance dan Triple Entente
Triple Alliance Triple Entente Sekutu Slavia Rusia

Menjelang pecahnya perang, Eropa terbelah menjadi dua blok aliansi kaku: Triple Alliance (Jerman, Austria-Hongaria, Italia) melawan Triple Entente (Prancis, Rusia, Britania Raya). Jaringan perjanjian inilah yang mengubah pembunuhan di Sarajevo menjadi perang benua.

Perang Dunia II · 1939–1941

Wilayah Kekuasaan Blok Poros

Peta wilayah kekuasaan dan sekutu Blok Poros di Eropa tahun 1939-1941
Jerman & wilayah kuasa Negara Poros & sekutunya

Pada puncak ekspansinya, Jerman Nazi menguasai atau mengikat sekutu di sebagian besar Eropa Tengah dan Timur — termasuk Italia, Slovakia, Hungaria, Rumania, Bulgaria, dan Finlandia — sementara Jepang memegang kendali atas front Pasifik di sisi lain dunia.

RINGKASAN

Dua Perang, Satu Benang Merah

Ketidakpuasan atas penyelesaian perang pertama menjadi salah satu akar dari perang kedua — sebuah siklus sebab-akibat yang menjadi pelajaran penting dalam sejarah diplomasi dunia.

Perang Dunia I

Periode
28 Juli 1914 – 11 November 1918
Pemicu
Pembunuhan Franz Ferdinand di Sarajevo
Ciri Khas
Perang parit, kebuntuan front statis
Blok Utama
Sekutu (Entente) vs Blok Sentral
Korban
~17–20 juta jiwa (militer & sipil)
Akhir
Perjanjian Versailles, 1919
Lembaga Damai
Liga Bangsa-Bangsa

Perang Dunia II

Periode
1 September 1939 – 2 September 1945
Pemicu
Invasi Jerman ke Polandia
Ciri Khas
Perang bergerak (Blitzkrieg), medan global
Blok Utama
Sekutu vs Poros (Axis)
Korban
~70–85 juta jiwa (militer & sipil)
Akhir
Menyerahnya Jerman & Jepang, 1945
Lembaga Damai
Perserikatan Bangsa-Bangsa